dulu dan sekarang beda.
jauh beda.
dulu aku masih bisa
tutup kuping,
geleng-geleng kepala,
dan bilang:
ngga denger, ngga denger, weeee :P
tapi sekarang aku udah sadar
aku punya telinga yang masih sangat berfungsi buat ngedenger.
ngedenger semuanya.
termasuk omongan kamu yang nyakitin.
berkali-kali aku bilang aku ngga suka,
kamu selalu pura-pura ngga denger.
seandainya mulut kamu bisa di-mute,
dan aku bener-bener ngga tau semua yang kamu omongin,
mungkin itu lebih nyenengin.
tapi ternyata ngga bisa.
maaf,
tolong yah,
dengerin kata-kata ini
mendingan KAMU DIEM AJA,
karena aku yang sekarang udah capek pura-pura ngga denger.
Sunday, December 06, 2009
untitled
yang bikinnya: mirzarfina at 10:13:00 PM 0 comments Links to this post
maaf
maaf,
hari ini tak bisa membuat hatimu berwarna,
dan sepertinya tak akan bisa lagi.
maaf,
hari ini hatiku hitam,
tak hanya hari ini.
jujur,
setiap hatimu berwarna hatiku gulita,
setiap kau mewarnai hatimu dengan kata itu.
pura-pura,
itu yang biasa aku lakukan,
untuk mewarnai hatimu,
lagi dan lagi.
maaf,
aku sudah lelah dengan semuanya,
aku keluar.
kata-kata ini,
bukan hanya untukmu,
tapi untuk kalian.
yang bikinnya: mirzarfina at 9:46:00 PM 0 comments Links to this post
Wednesday, December 02, 2009
Dengar dengan hati :'(
Sekarang,
semua terkuak
dalam sebuah lingkaran.
Nanti,
akan lebih terkuak,
di luar lingkaran.
Dulu,
ia membuat semuanya terkuak.
Bukan keinginannya,
tapi ia yang memulainya.
yang bikinnya: mirzarfina at 11:18:00 PM 0 comments Links to this post
Monday, November 23, 2009
kata-kata tentang dia yang (mungkin) belum sadar
hari ini sadar.
dari netral jadi hitam.
semoga dia juga sadar.
biar aku kembali netral.
yang bikinnya: mirzarfina at 9:18:00 PM 0 comments Links to this post
Sunday, November 22, 2009
di balik kisah seorang papa (copas kaskus)
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja....
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya....
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....
yang bikinnya: mirzarfina at 7:29:00 PM 0 comments Links to this post
Sunday, October 25, 2009
Balai Pengobatan :D
Sabtu, 24 Oktober 2009.
Aku dan tementemen TKPB, PKM, BPM, Kedokteran, Farmasi, Keperawatan, dll *dan lupa lagi* pergi ke Cikelet, Garut buat ikutan berparti-si-sapi di balai pengobatan gratis buat warga di sana. Balai pengobatan kali ini aku (dan Ayud) kebagian di registrasi.
Dan agak konyol.
Ada yang paling konyol.
Hhihiii
Kisah konyol (kinyol)nya, nih ya, di-share..
Ada ibuibu dateng ke meja registrasi.
Ayudha : "Ibu mau daftar?"
Ibuibu : "Iya, Neng."
Ayudha : "Namanya siapa, Bu?"
Ibuibu : "Ibu ***** (nama disamarkan, sebut saja Maemunah)"
Ayudha : "Umurnya berapa, Bu?"
Ibuibu : "Seratus taun."
Aku + Ayudha + Pak hansip + warga satu desa : "APAAAAAAAAAAAAAA?!??!?!?"
Ibuibu : "Ehhhehehe, iya nih Neng. Liat nih tangan ibu, udah keriput keriput gini. Ibu udah seratus taun.."
Aku : "Ah, Bu, yang bener?"
(sangat tidak yakin karena keriputkeriput di ibu itu menunjukkan bahwa dia baru sekitar 99taun, belom 100taun)
Ayudha : "Iya, Bu, soalnya di dalem nanti bakal ditensi, jadi umurnya.."
Pak hansip : "Ah, boong itu mah, Neng."
Ibuibu : (masih kekeh) "Bener, Neng!"
Aku : (mulai percaya)
Lalu datanglah seorang ibu yang (keliatannya) lebih muda ke arah meja registrasi.
Ibu tersebut kalau berjalan prok prok prok.
Ibu tersebut tak dinyana, tak lain tak bukan adalah Anak Dari Ibu Maemunah, Sang Warga Desa Cikelet Yang Berumur 100 Tahun Tersebut (disingkat menjadi ADIM SWDCYB1TT)..
Tibatiba ADIM SWDCYB1TT berkata..
"Ngga, Neng, ibu saya baru 70taun.."
HOALAAAAAAAAAAAAHHH.. -_-"
Pesan moral:
"Jika muncul keriput di tubuh Anda, bukan berarti Anda telah berumur 100 tahun. Periksa terlebih dahulu ke dokter Anda. Siapa tahu Anda memang belum disetrika."
yang bikinnya: mirzarfina at 3:26:00 PM 0 comments Links to this post
